Oleh: Khalifah fii sabiilillah (X MIPA 2)
Di pagi senin yang cerah cerita ini di mulai dengan seorang siswa laki laki, Salman namanya
Hari ini adalah hari pertama Sekolah di SMAN Nusa Bangsa ini tahun ke 2 baginya setelah libur yang cukup panjang setelah kenaikanya di tahun pertama,Salman adalah siswa dan teman yang teladan di lingkungan Sekolahnya, Salman sendiri meliki hobi menulis jurnal atau narasi cerpen dari pengalamanya sendiri dan sebagian jurnalnya di lombakan dan sisanya ia simpan sebagia kenangan karena Salman beranggapan bahwa "Cerita hidup yang ia jurnalkan memiliki rahasianya sendiri" dan ia juga di kenal dengan dengan pegawai yang ada di sana.
Salah satunya,Pak Cecep beliau adah penjaga sekolah yang juga tinggal di SMA ini bersama keluarganya, Bu Imah istri nya yang berjualan di kantin sekolah serta mereka juga memiliki dua orang anak Pak Cecep di kenal sebagai orang yang baik hati serta ramah kepada para Siswa siswi tanpa memanndan status sosial siswa tersebut.
Hal ini yang membuat Salman memiliki kekaguman tersendiri terhadap Pak Cecep dan itu membuatnya ingin mengenal lebih jauh sosok Pak Cecep dari kacamatanya sendiri Dan Pak Cecep akan menjadi narasumber jurnal nya yang berikutnya karena langit yang sudah menjingga.
Ia berencana melakukan observasi nya keesokan harinya, di hari kedua sekolah Pak Cecep sudah berada di depan gerbang sekolah bersama Pak Anton seorang Satpam yang bertugas di sekolah kami, dengan lantang Pak Anton berteriak"Kalian ini niat sekolah nggak sih cepet sebentar lagi bel masuk bunyi!!! " lantas, para siswa pun bergegas masuk sekolah dengan tergesa-gesa ya sifat Pak Anton memang jauh berkebalikan dengan Pak Cecep yang ramah dan lembut, Pak Anton lebih sering cuek dan tegas jika ada siswa yang melanggar peraturan jam pertama di hari kedua pun di mulai oleh Pelajaran Ekonomi yang di ajar oleh seorang guru wanita bernama bu Winda yang sekaligus menjadi Walas kelas kami selepas pelajaranya selesi Salman berencana meminta saranya tentang rencanaku menjurnalkan Kehiduapan Pak Cecep sebagai penjaga Sekolah.
Bu Winda pun memberi saran dengan berkata "Bagus kok kalo kamu mau menjurnalkan cerita Pak Cecep tapi ingat ada batasan yang harus kamu patuhi ya sebagai Siswa walaupun Pak Cecep cuma penjaga sekolah usianya jauh lebih senior di bandingkan ibu ataupun kamu serta harus di ingat jangan sampai menggangut pekerjaan ya" Salman pun menjawabnya dengan penuh semangat"Baik bu saya paham apa yang ibu maksud terimakasih untuk saranya bu saya berjanji akan menjaga batasan tersebut yang ibu tentukan"lantang Salman.
Dari situ lah Salman memulai jurnalnya dengan mendatangi Pak Cecep yang ada di Taman Sekolah dan meminta izinya agar mau di jadikan narasumber jurnalnya Pak Cecep pun mengiayakan tawaran dari Salman denga senyum semringah dengan mengucap" Iya nak bapak mau tapi apa yang mau di dengar nak bapak cuma penjaga sekolah emang ada bagus nya kalo. Masuk jurnal nak Salman"kemudian Salman menjawab dengan tawaan kecil serta membalas peryataan Pak Cecep "Banyak kok Pak, jangan merendagkan diri bapak seperti itu justru bapak orang yang paling ingin saya jadikan narasumber di Sekolah ini" Dengan ekspresi tidak percaya Pak Cecep bergurau dengan kalimat"Nak Salman bisa saja yaudah kita mulai saja" setelah percakapan tersebut interview narasumber pun di mulai di tengah situasi tersebut ada anak kelas 3 yang memanjat dinding dari luar sekolah dan mengucapkan terimakasih kepada Pak Cecep karena telah meminjamkan nya tangga dalam situasi yang berlangsung sangat cepat tersebut Salman pun kebingungan dan bertanya dalam hati sendiri apa mungkin Pak Cecep yang membantu anak tersebut untuk absen dari kelasnya tanpa bertanya lebih dulu ia pun bilang kepada pak Cecep bahwa interviewnya akan di lanjutkan di jam istiraht ke 2 nanti.
Masih kepikiran dalam pikiran Salman tentang kejadian tadi benar saja anak yang tadi absen dari pelajaran tertangkap dan masuk ruang bk saat Salman sedang memperhatikan apa yang lihat guru bk memangil namanya "Salman sini sebentar nak ibu mau minta tolong" ternyata ia di mintai kesaksian karena datang tidak lama dari arah yang sama dengan anak tersebut" Salman pun jujur kalo anak tersebut kabur di bantu oleh Pak Cecep para guru yang ada di ruangan tersebut pun menjadi sunyi dan terkejut mengira yang di katakan Salman adalah kebohongan.
Kemudian setelah di konfirmasi ke Pak Cecep ia membenarkan kalo ia meminjamkan tangganya kepada anak tersebut kemudian hal itu menjadi fenomena dan membuat keadaan sekolah menjadi tidak kondusif, serta info baru mulai bermunculan tentang Pak Cecep yang mengatakan bahwa Pak Cecep telah melakukanya lebih dari sekali dan ia juga membantu Siswa yang mau merokok serta membawa makanan dari luar kantin mendengar berita tersebut membuat Salman kecewa dan bingung karena Sosok yang ia kagumi orang yang ramah dan lembut dapat melakukan hal seperti itu.
Keesokan harinya di adakan sidang tertutup di sekolah yang hanya di hadiri oleh Guru dan Pegawai mengenai kasus Pak Cecep, Salman pun turut di panggil ke sidang tersebut karena ia adalah saksi mata pertama yang melihat kejadian itu kemudian anak kelas 3 dan Pak Cecep pun di mintai keterangan kronologi pristwia yang sebenarnya kalo memang Pak Cecep murni membantu siswa SMAN Nusa Bangsa melakukan pelanggaran sekolah ancamanya adalah Pak Cecep bisa di keluarkan atau di usir dari rumah yang ia tempati di sekolah ini
Dengan terisak Pak Cecep menjelaskan kejadianya dan alasanya melakukan tindakan tersebut Pak Cecep pun bilang kalo di bantu ataupun tida mereka pasti akan melakukan hal hal yang melanggar peraturan juga ia beralasan dengan membantu mereka ia bisa menang sehati Siswa Siswa yang bermasalah ia juga berargumentasi bahwa Siswa yang melanggar peraturan sekolah jauh menurun daripada sebelum mereka membantunya ia mengkahiri pernyataan dengan berkata" Tolong Pak ampuni saya, jangan usir saya sama keluarga saya cuma mau bantu anak anak karena semua orang di sekolah ini udah saya anggap keluarga".
Mendengar perkataan Pak Cecep membuat Salman merasa bersalah walupun perbuatan yang Pak Cecep lakuin itu salah tapi memiliki tujuan yang baik, karena sifatnya yang ramah dan lembut
Membuatnya tidak bisa menegur Siswa yang absen melainkan menasihati agar Siswa siswi berhenti melakukan itu, walaupun sudah mendengar pernyataan dari Pak Cecep tidak membuat Kepala sekolah bergeming dan tetap pada keputusan nya di awal melihat itu Salman pun memohon kepada Kepala Sekolah agar memberikan Pak Cecep kesempatan sekali lagi dengan berkata"Tolong Pak beri Pak Cecep kesempatan sekali lagi beliau memiliki tujuan yang baik walaupun caranya salah" Ia melanjutkan "apa bapak ibu pernah kepikiran untuk melakukan pengorbanan sebesar ini untuk Sekolah kita, walaupun hal ini terjadi nggak akan mengubah fakta bahwa Pak Cecep adalah *Penjaga Yang Setia* " .
Setelah mendengar Salman para guru pun akhirnya sepakat untuk memberikan kesempatan ke dua bagi Pak Cecep dan memberikan. Kenaikan pangkat sebagai wakil Kesiswaan dengan berakhir nya peristiwa tersebut Pak Cecep pun berterima kasih kepada sekolah dan Salman telah memberinya kesempatan kedua.
Dari sini pun Salman belajar bahwa kemuliaan sifat seseorang tidak di lihat dari apa yang ia kerjakan namun dari ketulusanya dari Sinilah Salman bertekad menemukan sisi lai dari orang orang yang memeliki kisah yang sama dengan Pak Cecep.